Desak Copot Kadis PMD, LMPI Laporkan Dugaan Mark Up Pengadaan Pupuk Desa di Tapsel

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 28 September 2024 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LMPI desak Bupati copot oknum Kadis PMD Tapsel dan Laporkan Dugaan Mark Up pengadaan pupuk desa ke Kejari Tapsel

i

LMPI desak Bupati copot oknum Kadis PMD Tapsel dan Laporkan Dugaan Mark Up pengadaan pupuk desa ke Kejari Tapsel

KompasReal.com, Tapanuli Selatan – Markas Cabang Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati dan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan, Jumat (27/9/2024) buntut adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa mark up pada perbelanjaan pupuk yang dilakukan para Kades.

Di kantor Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), massa LMPI mendesak Bupati agar mencopot oknum Kepala Dinas (Kadis) dan oknum Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) serta meminta Bupati agar mengevaluasi kinerja para Camat yang diduga terlibat korupsi Dana Desa, khususnya pengadaan pupuk di desa.

“Kami menduga oknum-oknum tersebut yang memiliki fungsi dalam pelaksanaan evaluasi, pelaporan administrasi PMD telah melakukan pembiaran bahkan diduga terlibat korupsi dana desa yaitu pada belanja pupuk yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah,” teriak Ketua LMPI Tapsel, Abdul Rahman Purba.

Dalam orasinya, dia juga meminta Bupati yang juga memiliki peran dalam menetapkan peraturan, pedoman teknis dan evaluasi tentang anggaran pendapatan belanja yang didanai oleh dana desa agar juga melakukan kroscek ke desa-desa.

“Apakah tujuan pengelolaan atau penggunaan dana desa sudah sesuai prioritas untuk pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Purba.

Purba, yang juga merupakan koordinator wilayah LMPI Tabagsel ini menyebutkan, terdapat perbelanjaan pupuk dengan menggunakan APBDes Tahun 2024 yang dilakukan para Kades dengan volume yang bervariasi seharga Rp1.100.000,- per zak nya.

Jika dianalisa dan ditotalkan, perbuatan korupsi yang dilakukan oknum-oknum ini telah merugikan keuangan negara mencapai miliaran rupiah.

Setelah dari kantor Bupati, aksi unjuk rasa dilanjutkan ke depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan, disitu massa meneriaki agar pihak Kejari melakukan pemeriksaan terhadap oknum Kadis, Kabid PMD dan seluruh Kades yang diduga terlibat mark up harga pupuk yang ditaksir hanya mencapai Rp.125 hingga 150ribu per zak nya.

Baca Juga :  Polres Palas Amankan 4 Pelaku Narkoba di Desa Batang Bulu Lama

Tidak itu saja, massa LMPI juga meminta Kejari Tapsel agar memanggil dan memeriksa pihak penyedia barang/jasa pengadaan pupuk, serta mendesak Kejari Tapsel agar melakukan proses dan tindakan hukum terhadap laporan-laporan masyarakat dalam kurun beberapa tahun ini.

“Kami meyakini Kejari Tapsel dalam pemberantasan tindak pidana korupsi masih sesuai ketentuan perundang undangan. Namun, sangat beralasan bagi kami untuk melanjutkan aksi ini di Kejatisu maupun di Kejagung nantinya,” kata massa menyatakan sikapnya.

Usai menyampaikan orasi yang ditanggapi langsung oleh Kasi Intel Kejari Tapsel Obrika Yandi Simbolon, SH, massa LMPI secara resmi menyampaikan berkas laporan kemudian menyerahkannya lewat PTSP Kejari Tapsel untuk dapat diregistrasi. Di hadapan massa, Yandi Simbolon menegaskan akan meneruskan aspirasi dan berkas laporan LMPI ke pimpinan Kejari Tapsel.

Sementara itu, Kades Sibulele Kecamatan Batang Angkola berinisial GS yang tercatut dinilai tinggi melakukan perbelanjaan pupuk dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) APBDes nya,  yakni dengan volume sebanyak 162 zak  nilai anggaran yang dibayarkan sebesar Rp.178.200.000 saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, belum didapat keteranganya hingga berita ini diterbitkan. (Tim)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB