Sidang Lanjutan Kasus Kerusuhan PLTA Marancar: Kuasa Hukum Bantah Keterlibatan Anggota DPRD

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 24 Agustus 2024 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Fhoto : Mustakim Hanafi Pulungan SH , Pengacara Advokasi.

i

Teks Fhoto : Mustakim Hanafi Pulungan SH , Pengacara Advokasi.

KompasReal.com, Padangsidimpuan, – Sidang lanjutan kasus kerusuhan di pintu gerbang gate R17 PLTA Marancar pada 16 Februari 2024 kembali digelar di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan. Dalam persidangan, keterangan saksi sekaligus humas PT SAE Group, Fahrul Rozi Pasaribu, menyebutkan adanya oknum anggota DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel) berinisial AS yang berada di lokasi kejadian dan diduga memprovokasi massa.

Menanggapi hal tersebut, Mustaqim Hanafi Pulungan, S.H., kuasa hukum AS, membantah keras pernyataan tersebut. “Pernyataan bahwa klien kami AS ikut memprovokasi massa sangat keliru dan tidak berdasar,” tegas Mustaqim kepada wartawan di Batu Coffe Sipirok.

Mustaqim menjelaskan bahwa AS tidak berada di lokasi kejadian saat kerusuhan pecah. Ia baru datang ke lokasi setelah mendengar adanya keributan massa dan bermaksud untuk mencegah meluasnya kerusuhan. “Klien kami merupakan putra daerah Marancar dan berada tidak jauh dari lokasi kejadian saat itu. Ia datang dengan niat baik untuk meredam keributan,” ujar Mustaqim.

Lebih lanjut, Mustaqim menekankan bahwa AS pada tanggal 16 Februari 2024 masih sibuk mengawal suara pemilu legislatif yang telah berlangsung pada tanggal 14 Februari 2024. “Tidak mungkin klien kami berada di lokasi kejadian saat kerusuhan,” tegasnya.

Mustaqim juga menjelaskan bahwa kerusuhan tersebut dipicu oleh aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sejumlah karyawan PT SAE Group pada tanggal 15 Februari 2024. Aksi mogok kerja ini dilatarbelakangi oleh pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan tanpa surat peringatan, penerimaan karyawan di luar putra daerah, pemotongan gaji, dan penggajian yang tidak jelas.

“Kondisi ini tentu menimbulkan kemarahan massa, khususnya putra daerah setempat. Perusahaan seolah membiarkan kondisi ini hingga memuncak, padahal pemotongan gaji masih terus berlangsung,” ungkap Mustaqim.

Baca Juga :  Polres Padangsidimpuan Amankan Aksi Unras Dua Kubu yang Berbeda Pendapat

Mustaqim menegaskan bahwa AS, sebagai anggota dewan Kabupaten Tapsel dan putra daerah Marancar, berempati dan membela hak-hak warganya. “Klien kami hadir di lokasi dengan niat baik untuk meredam kerusuhan dan mencegah meluasnya konflik,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB