Niat Jahat Jadi Penentu: Mengapa Hukum Tak Bisa Menghukum Semua Orang yang Menyebabkan Kematian

Redaksi

- Editor

Senin, 25 Mei 2026 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, JAKARTA — Dalam hukum pidana modern, sebuah perbuatan tidak otomatis membuat seseorang layak dipidana. Hukum tidak hanya menilai akibat yang timbul, tetapi juga melihat sikap batin pelaku saat peristiwa terjadi. Prinsip inilah yang dikenal sebagai mens rea atau niat jahat, sebuah asas fundamental yang menjadi pembeda antara musibah, kelalaian, dan kejahatan yang disengaja.

Asas klasik Actus Non Facit Reum Nisi Mens Sit Rea menegaskan bahwa suatu tindakan tidak dapat dianggap sebagai tindak pidana apabila tidak disertai kesalahan batin. Dalam praktiknya, hukum pidana Indonesia mengharuskan pembuktian dua unsur utama secara bersamaan, yakni actus reus atau perbuatan lahiriah, serta mens rea atau niat jahat pelaku. Tanpa adanya unsur kesalahan, seseorang tidak dapat dijatuhi pidana.

Konsep tersebut menjadi sangat penting dalam membedakan sebuah kecelakaan murni dengan tindak pidana yang disengaja. Seseorang yang menyebabkan kematian akibat serangan jantung mendadak saat mengemudi tentu tidak dapat diperlakukan sama dengan pelaku yang sengaja menabrakkan kendaraan demi menghabisi nyawa orang lain. Meski akibatnya sama-sama menimbulkan korban jiwa, kualitas kesalahan keduanya berbeda secara hukum.

Dalam doktrin hukum pidana, mens rea terbagi dalam beberapa bentuk, mulai dari kesengajaan (dolus) hingga kelalaian (culpa). Kesengajaan sendiri memiliki tingkatan, seperti sengaja sebagai tujuan utama, sengaja karena mengetahui akibat pasti, hingga sengaja dengan menyadari kemungkinan akibat buruk namun tetap nekat melakukannya. Sementara itu, kelalaian terjadi ketika pelaku tidak menghendaki akibat buruk, tetapi kurang hati-hati sehingga akibat tersebut tetap muncul.

Pembuktian niat jahat menjadi tantangan terbesar dalam proses peradilan pidana. Karena niat tidak dapat dilihat secara langsung, aparat penegak hukum harus menyimpulkannya dari rangkaian tindakan pelaku sebelum, saat, dan sesudah kejadian. Motif, persiapan alat, cara melakukan tindakan, hingga perilaku setelah peristiwa sering menjadi indikator penting untuk menilai ada atau tidaknya mens rea dalam suatu perkara pidana.

Baca Juga :  Oknum Dinas Pendidikan Pasaman Bantah Pungli, Tuduh Ada Upaya Pencemaran Nama Baik

Dalam KUHP Baru melalui UU Nomor 1 Tahun 2023, asas kesalahan ditegaskan secara eksplisit bahwa setiap orang hanya dapat dipidana apabila melakukan tindak pidana dengan kesengajaan atau kealpaan. Prinsip geen straf zonder schuld atau tiada pidana tanpa kesalahan menjadi fondasi utama keadilan pidana di Indonesia. Para praktisi hukum pun mengingatkan agar aparat penegak hukum tidak hanya terpaku pada akibat perbuatan semata, melainkan juga wajib menilai niat, konteks, dan keadaan yang melatarbelakangi suatu peristiwa sebelum menetapkan seseorang sebagai pelaku tindak pidana.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Residivis Narkotika Kembali Ditangkap, Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Amankan Sabu di Jalan Penghulu Rambin
Dokter Muda Ditemukan Meninggal Dunia di Samping RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Investasi Bodong, Seorang Perempuan Jadi Tersangka, Kerugian Korban Capai Rp400 Juta
Kasus Anggaran Rp56,7 Miliar Sekwan Tapsel: LIPPSU Minta Proses Adil & Profesional
Kurir Sabu Ditangkap, Polisi Sempat Lepaskan Tembakan Peringatan Usai Dihadang Massa di Lokasi
Polri Geledah Kafe yang Dikaitkan dengan Jaksa Febrie Adriansyah, Sejumlah Barang Bukti Disita
Kajari Majalengka Tetapkan Ketua dan Bendahara KONI sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah
Kasus Penyekapan di Bandung Terungkap, Taufik Hidayat Ditangkap Polisi Usai Diduga Siksa Kekasih Selama Tiga Tahun
Berita ini 20 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:48 WIB

Residivis Narkotika Kembali Ditangkap, Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Amankan Sabu di Jalan Penghulu Rambin

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:57 WIB

Dokter Muda Ditemukan Meninggal Dunia di Samping RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Selidiki Penyebabnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:06 WIB

Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Investasi Bodong, Seorang Perempuan Jadi Tersangka, Kerugian Korban Capai Rp400 Juta

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:32 WIB

Kasus Anggaran Rp56,7 Miliar Sekwan Tapsel: LIPPSU Minta Proses Adil & Profesional

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:47 WIB

Kurir Sabu Ditangkap, Polisi Sempat Lepaskan Tembakan Peringatan Usai Dihadang Massa di Lokasi

Berita Terbaru

Terkini

Main Game Megaxus Makin Nyaman dengan Pembelian Aksesorisnya

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:27 WIB