Dalihan Na Tolu, Benteng Kokoh Keamanan di Wilayah Hukum Polsek Hutaimbaru

Redaksi

- Penulis

Jumat, 1 November 2024 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, SH.SIK.MH, saat berdiskusi dengan tokoh masyarakat di Polsek Hutaimbaru, membahas peran budaya lokal Dalihan Na Tolu dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

i

Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, SH.SIK.MH, saat berdiskusi dengan tokoh masyarakat di Polsek Hutaimbaru, membahas peran budaya lokal Dalihan Na Tolu dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Padangsidimpuan, KompasReal.com – Kunjungan kerja Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dr. Wira Prayatna, SH.SIK.MH, ke Polsek Hutaimbaru, Rabu (30/10/2024), mengungkap sebuah fakta menarik: budaya lokal Dalihan Na Tolu menjadi benteng kokoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Dalam pertemuan dengan personel Polsek Hutaimbaru, para tokoh masyarakat, dan para camat di wilayah hukumnya, Kapolres menyatakan apresiasi atas situasi keamanan yang kondusif di wilayah tersebut.

Kapolsek Hutaimbaru, AKP Ida Meri, SH, menjelaskan bahwa keharmonisan hubungan antara bhabinkamtibmas dan warga, serta budaya lokal Dalihan Na Tolu yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat, menjadi kunci utama terciptanya situasi aman dan nyaman.

Dalihan Na Tolu, yang berarti “tiga tungku tiga serangkai,” merupakan sistem kekeluargaan tradisional Batak yang menekankan pada nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan keseimbangan. Sistem ini menekankan pentingnya kerjasama dan saling menghormati antar anggota masyarakat, sehingga menciptakan rasa persatuan dan kekeluargaan yang kuat.

“Budaya Dalihan Na Tolu sangat membantu dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini,” ujar Pak Subandi Atlan Siregar, Camat Angkola Julu, yang mewakili Camat Utara Nanda Alfinah dan Camat Hutaimbaru Faisal Harahap.

“Sistem ini mengajarkan kita untuk saling menghormati, saling membantu, dan menyelesaikan masalah dengan cara musyawarah. Hal ini membantu menciptakan suasana yang damai dan harmonis di masyarakat.”

Kapolres menambahkan bahwa keberhasilan Polsek Hutaimbaru dalam menjaga keamanan dan ketertiban merupakan bukti nyata bahwa budaya lokal dapat menjadi solusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Ia menekankan pentingnya mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya lokal sebagai benteng kokoh dalam menjaga keharmonisan dan keamanan di masyarakat.

“Kunjungan ini menunjukkan bahwa Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memahami pentingnya peran budaya lokal dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Pak Husein, seorang tokoh masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Kasus Pengerusakan di Paluta: Lingkar Sumut Geram, Polres Tapsel Dituding Lamban

“Ini merupakan langkah positif dalam menjalin kemitraan antara aparat keamanan dan masyarakat berdasarkan nilai-nilai budaya lokal.”tambahnya

Kunjungan Kapolres Padangsidimpuan ke Polsek Hutaimbaru bukan hanya merupakan kunjungan kerja biasa, tetapi juga merupakan bukti bahwa Polri menghargai dan mendukung peran budaya lokal dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Hal ini merupakan langkah positif dalam menjalin kemitraan antara aparat keamanan dan masyarakat berdasarkan nilai-nilai budaya lokal.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB

Mandailing natal

Kapolres Madina dan Bupati Tinjau Pos PAM II Natal hingga Pantai Kavling

Kamis, 19 Mar 2026 - 19:31 WIB