Kasus Perundungan PPDS Unsri Viral: Junior Dipaksa Biayai Gaya Hidup Mewah Senior, Pendidikan Kedokteran Disebut ‘Sakit Parah’

Redaksi

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Jakarta – Kasus dugaan perundungan (bullying) di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) mencuat menjadi sorotan nasional pada Januari 2026. Seorang mahasiswa junior berinisial OA diduga mengalami tekanan berat dari seniornya di PPDS Ilmu Kesehatan Mata, termasuk pemaksaan membiayai berbagai kebutuhan mewah seperti biaya semester, dugem, skincare, hingga olahraga padel. Kasus ini viral di media sosial setelah korban sempat mengalami tekanan hingga berencana bunuh diri dan mengundurkan diri dari program.

Menurut laporan yang beredar, perundungan berupa pemerasan finansial dan kekerasan psikologis ini terjadi di RSUP Mohammad Hoesin, Palembang, tempat korban bertugas. Kasus serupa di lingkungan pendidikan kedokteran spesialis ini bukan yang pertama; sebelumnya kasus serupa juga terjadi di universitas lain, menunjukkan pola berulang yang belum tertangani secara sistematis. Pengamat pendidikan menilai ini mencerminkan “penyakit parah” dalam budaya hierarki di pendidikan profesi dokter.

Universitas Sriwijaya langsung merespons dengan menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku, berupa surat peringatan keras (SP2) dan penundaan wisuda. Kepala Humas Unsri Nurly Meilinda menyatakan bahwa pihak kampus telah menangani kasus ini secara internal. Namun, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengkritik sanksi tersebut sebagai “lembek” dan menyerukan tindakan lebih keras, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan kedokteran spesialis di Indonesia.

Kementerian Kesehatan turut bereaksi dengan menginstruksikan 19 langkah evaluasi terhadap direktur program PPDS terkait. Kasus ini menambah daftar panjang perundungan di lingkungan pendidikan tinggi, di mana korban sering kali junior yang rentan karena posisi hierarki. Para ahli menekankan perlunya regulasi baru yang lebih ketat untuk mencegah kekerasan psikologis dan finansial di satuan pendidikan profesi.

Baca Juga :  Mahasiswa Laporkan Mantan Kepala Puskesmas di Tapsel Terkait Dugaan Penyalahgunaan Jabatan dan Pungli

Maraknya kasus perundungan di sekolah dan kampus sepanjang 2025-2026, termasuk di tingkat SMP hingga perguruan tinggi, membuat Indonesia disebut “darurat bullying”. Dampaknya tidak hanya trauma psikologis, tapi juga hingga hilangnya nyawa korban di beberapa kasus sebelumnya. Pemerintah dan lembaga pendidikan didesak untuk memperkuat pencegahan, edukasi, serta mekanisme pelaporan yang aman bagi korban.


Kasus Unsri ini menjadi pengingat bahwa perundungan bukan hanya masalah anak sekolah, tapi juga merembet ke pendidikan tinggi. Para pakar menyarankan pendekatan holistik: mulai dari pendidikan karakter, pengawasan ketat, hingga sanksi pidana bagi pelaku jika terbukti melanggar hukum. Masyarakat diimbau melaporkan jika menemui indikasi perundungan untuk mencegah korban bertambah. (KR03)

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB