Diduga Aset Hilang Rp 726 Juta, Pengelolaan Barang Milik Daerah di Pasaman Dipertanyakan

Redaksi

- Penulis

Jumat, 23 Agustus 2024 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ket. foto.dok) Ahmad Husein Batubara A.Ma, Ketua Umum LSM P2NAPAS, saat memberikan Penghargaan Pada Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Barat di Gedung BPK Sumbar, (Kamis 3 September 2020)

i

ket. foto.dok) Ahmad Husein Batubara A.Ma, Ketua Umum LSM P2NAPAS, saat memberikan Penghargaan Pada Kepala BPK RI Perwakilan Sumatera Barat di Gedung BPK Sumbar, (Kamis 3 September 2020)

LubuksikapingKompasreal.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas Aman (LSM P2NAPAS) kembali menyoroti pengelolaan aset di Kabupaten Pasaman. Organisasi ini menemukan sejumlah Barang Milik Daerah (BMD) yang di duga hilang atau tidak ditemukan, dengan total nilai perolehan mencapai Rp 726.876.602,00.

Temuan ini berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2023. Menurut Ahmad Husein, Ketua Umum LSM P2NAPAS, terdapat 47 barang hilang di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), satu barang di Dinas Sosial, 23 barang di Kecamatan Simpang Alahan Mati, 15 barang di Kecamatan Tigo Nagari, satu barang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapil), 21 barang di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), 53 barang di Dinas Pemberdayaan Masyarakat, empat barang di Kecamatan Panti, dan 15 barang di Kecamatan Mapattunggul.

“Kami sudah menyurati Bupati Pasaman terkait temuan BPK ini beberapa hari lalu, namun hingga saat ini belum ada tanggapan,” ujar Husein saat dihubungi awak media di Padang, Rabu (23/8).

Husein menekankan bahwa pengelolaan aset yang tidak tertib ini bertentangan dengan Permendagri No. 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. “Pasal 308 ayat 2 menyatakan bahwa pengamanan hukum kendaraan dinas dilakukan antara lain dengan melakukan pemrosesan tuntutan ganti rugi pada pihak yang bertanggung jawab atas kehilangan kendaraan dinas bermotor,” jelasnya.

Kekhawatiran LSM P2NAPAS terhadap pengelolaan aset di Pasaman bukan tanpa dasar. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI telah menetapkan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) sebagai salah satu fokus area intervensi pada tahun 2024.

“Optimalisasi BMD yang tidak optimal berpotensi menjadi kerugian keuangan daerah,” tulis akun resmi KPK RI pada 3 Juli 2024. KPK bahkan telah menggandeng Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan koordinasi pemberantasan korupsi melalui Implementasi Program Monitoring Center for Prevention (MCP).

Baca Juga :  Tambang Emas Ilegal di Pasaman Berlanjut, Warga Desak Penegakan Hukum

Kehilangan aset senilai ratusan juta rupiah di Kabupaten Pasaman menjadi bukti nyata perlunya pengawasan ketat terhadap pengelolaan BMD. Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti temuan BPK dan memastikan aset daerah terkelola dengan baik dan transparan.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB